Relokasi pipa PDAM yang akan dilakukan harus dikoordinasikan dengan PDAM, agar tidak merugikan masyarakat.
BOGOR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor mengestimasi, biaya relokasi jalur pipa air yang akan terdampak oleh pembangunan megaproyek jalan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) mencapai Rp 8,4 miliar.
Hal ini seperti diungkapkan Plt. Direktur Tehnik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengungkapkan, dana tersebut untuk sejumlah kebutuhan, terutama pengadaan pipa.
"Untuk jalur pipa yang di Tengek sepanjang 600 meter membutuhkan biaya Rp 6,6 miliar. Sedangkan yang di Rancamaya, Bojongkerta dan Rulita itu membutuhkan dana Rp 1,8 miliar. Jadi totalnya Rp 8,4 miliar," ungkapnya, Senin (25/1/2016).
Lanjutnya, sesuai perhitungan, biaya sebesar itu untuk pengadaan pipa PDAM jenis baru berdiameter 15 inchi. Dan juga termasuk biaya pembebasan tanah dan biaya pekerjaan hingga rampung.
"Jalur pipa PDAM yang terkena Tol Bocimi ini dibangun pada tahun 1975, zaman Colombo Plan Australia dan berada di atas tanah milik PDAM," paparnya.
pipa telkom
Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaksana proyek Tol Bocimi secepatnya merelokasi dan membangun jalur baru, sebelum jalur pipa lama terputus agar pelayanan tidak terganggu.
"Pipa ini melayani sebanyak 12 ribu pelanggan Zona I yang meliputi wilayah Rancamaya, Kertamaya, Bojongkerta, Wangun, Muarasari, Tajur, dan Mutiara Bogor Raya, Katulampa," tandasnya.
Deni juga menegaskan, jika pihaknya tidak memaksa pekerjaan relokasi harus dilakukan oleh PDAM. Namun, bisa saja dilakakukan oleh pihak proyek tol dengan menggandeng tenaga ahli di bawah pengawasan PDAM.
"Pekerjaan ini kami perkirakan paling cepat bisa selesai dalam waktu dua bulan. Untuk sekarang jalur pipa masih normal, tapi kalau pekerjaan akan dimulai pasti sesuai SOP. Sebelumnya kami juga akan mengumumkannya kepada masyarakat," pungkasnya.