Rabu, 27 Januari 2016
Selasa, 26 Januari 2016
Curi Pipa Kabel, Warga Pakuhaji Terancam Penjara dan Denda Ratusan Juta
|
Jakarta - Polsek Sepatan, Tangerang, berhasil menggagalkan aksi pencurian pipa paralon berisi kabel di desa Sarakan, Kabupaten Tangerang. Aksi pencurian itu tergolong nekat lantaran dilakukan pada pagi hari.
Terungkapnya kasus berawal dari anggota polisi yang mendapat laporan masyarakat, bahwa telah terjadi dugaan pencurian pipa paralon berisi kabel, pada hari Senin (25/1) lalu. Pihak kepolisian sendiri baru berhasil menangkap pelaku setelah melakukan penyelidikan. "Telah terjadi tindak pidana pencurian sebagai mana disangka Pasal 362 KUHP tentang pengambilan barang yang bukan punya haknya," ujar Kapolsek Sepatan, AKP Hidayat Iwan dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (26/1/2015). Pipa Telkom Aksi pencurian itu dilakukan oleh tersangka berinisial J (26) warga Pakuhaji seorang diri. Pelaku mencuri berbekal sebilah pisau. "Tersangka seorang diri datang ke TKP kemudian mencuri pipa paralon yang berisi kabel dengan cara merusak pipa paralon yang berada disamping selokan kemudian pipa paralon tersebut dipotong dengan menggunakan sebilah pisau," ujarnya. Dia mengatakan hasil olah kejadian perkaran, pihaknya menyita kabel sepanjang 12 meter berikut alat yang digunakan. "Barang bukti yang disita satu potong pipa paralon yang berisi kabel sepanjang 12 meter, empat kunci pas ukuran 10-12,12-13,14-15,14-17, dua kunci ring ukuran 10-11,14-15, sebilah pisau panjang 19 centimeter, gagang plastik putih kondisi bergigi di bagian bawahnya. Sebuah jarum sol bergagang kayu," paparnya. Akibat perbuatannya pelaku terancam hukuman penjara lima tahun dengan denda paling banyak Rp 900 juta. Saat ini pelaku telah mendekam di balik jeruji Polsek Sepatan. (edo/dnu) |
Sumber: detik.com
|
Senin, 25 Januari 2016
Terkena Proyek Tol Bocimi, PDAM Butuh Rp 8,4 Miliar
Relokasi pipa PDAM yang akan dilakukan harus dikoordinasikan dengan PDAM, agar tidak merugikan masyarakat.
![]() |
BOGOR - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor mengestimasi, biaya relokasi jalur pipa air yang akan terdampak oleh pembangunan megaproyek jalan tol Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) mencapai Rp 8,4 miliar.
Hal ini seperti diungkapkan Plt. Direktur Tehnik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya mengungkapkan, dana tersebut untuk sejumlah kebutuhan, terutama pengadaan pipa.
"Untuk jalur pipa yang di Tengek sepanjang 600 meter membutuhkan biaya Rp 6,6 miliar. Sedangkan yang di Rancamaya, Bojongkerta dan Rulita itu membutuhkan dana Rp 1,8 miliar. Jadi totalnya Rp 8,4 miliar," ungkapnya, Senin (25/1/2016).
Lanjutnya, sesuai perhitungan, biaya sebesar itu untuk pengadaan pipa PDAM jenis baru berdiameter 15 inchi. Dan juga termasuk biaya pembebasan tanah dan biaya pekerjaan hingga rampung.
"Jalur pipa PDAM yang terkena Tol Bocimi ini dibangun pada tahun 1975, zaman Colombo Plan Australia dan berada di atas tanah milik PDAM," paparnya. pipa telkom
Oleh karena itu, pihaknya berharap pelaksana proyek Tol Bocimi secepatnya merelokasi dan membangun jalur baru, sebelum jalur pipa lama terputus agar pelayanan tidak terganggu.
"Pipa ini melayani sebanyak 12 ribu pelanggan Zona I yang meliputi wilayah Rancamaya, Kertamaya, Bojongkerta, Wangun, Muarasari, Tajur, dan Mutiara Bogor Raya, Katulampa," tandasnya.
Deni juga menegaskan, jika pihaknya tidak memaksa pekerjaan relokasi harus dilakukan oleh PDAM. Namun, bisa saja dilakakukan oleh pihak proyek tol dengan menggandeng tenaga ahli di bawah pengawasan PDAM.
"Pekerjaan ini kami perkirakan paling cepat bisa selesai dalam waktu dua bulan. Untuk sekarang jalur pipa masih normal, tapi kalau pekerjaan akan dimulai pasti sesuai SOP. Sebelumnya kami juga akan mengumumkannya kepada masyarakat," pungkasnya.
Minggu, 24 Januari 2016
PROYEK EKSPANSI PIPA MINYAK ANCAM WARISAN BUDAYA AS
RMOL. Proyek perluasan pipa minyak di Kanada akan menempatkan hak nelayan dan warisan budaya Amerika Serikat dalam resiko.
Proyek Trans Gunung Kinder Morgan itu akan memperluas kapasitas pipa hampir tiga kali lipat dari 300.000 ke 890.000 barel minyak mentah per hari.
Proyek tersebut diperkirakan akan secara dramatis meningkatkan jumlah kapal tanker minyak yang berlayar di perairan sekitarnya.
"Proyek ini akan membahayakan budaya suku Amerika Serikat," kata seorang pengacara Earthjustice, Kristen Boyles.
Boyles mengatakan kepada panel tiga anggota bahwa pejabat setempat tidak berkonsultasi dengan suku asli Amerika Serikat dan tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap mereka.
"Proyek ini seluruhnya adalah resiko dan tidak ada imbalan," tambahnya.
Bulan lalu, seorang pengacara untuk Kinder Morgan Inc mengatakan kepada dewan energi bahwa ekspansi bernilai 5.4 miliar dolar AS itu bisa dilakukan dengan cara meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
"Tidak ada keraguan untuk kebutuhan proyek ini dan manfaat yang akan mengalir dari itu," kata pengacara Kinder Morgan Shawn Denstedt pada bulan Desember lalu.
"Proyek ini beroperasi dengan matang, memiliki sistem pemeliharaan, dan tanggap darurat berencana sudah di tempat," tambahnya seperti dimuat The Guardian. [mel]
Sumber : Pipa Telkom
Proyek Trans Gunung Kinder Morgan itu akan memperluas kapasitas pipa hampir tiga kali lipat dari 300.000 ke 890.000 barel minyak mentah per hari.
Proyek tersebut diperkirakan akan secara dramatis meningkatkan jumlah kapal tanker minyak yang berlayar di perairan sekitarnya.
"Proyek ini akan membahayakan budaya suku Amerika Serikat," kata seorang pengacara Earthjustice, Kristen Boyles.
Boyles mengatakan kepada panel tiga anggota bahwa pejabat setempat tidak berkonsultasi dengan suku asli Amerika Serikat dan tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap mereka.
"Proyek ini seluruhnya adalah resiko dan tidak ada imbalan," tambahnya.
Bulan lalu, seorang pengacara untuk Kinder Morgan Inc mengatakan kepada dewan energi bahwa ekspansi bernilai 5.4 miliar dolar AS itu bisa dilakukan dengan cara meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
"Tidak ada keraguan untuk kebutuhan proyek ini dan manfaat yang akan mengalir dari itu," kata pengacara Kinder Morgan Shawn Denstedt pada bulan Desember lalu.
"Proyek ini beroperasi dengan matang, memiliki sistem pemeliharaan, dan tanggap darurat berencana sudah di tempat," tambahnya seperti dimuat The Guardian. [mel]
Sumber : Pipa Telkom
Langganan:
Postingan (Atom)

