Selasa, 23 Februari 2016

Wah, Macet di Jembatan Tello Makassar Bisa Sampai 2017

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan Makassar, Rahman Djalil mengatakan, pemutusan kontraktor PT Galih Medan yang mengerjakan jembatan Tello akan mengakibatkan kemacetan hingga tahun 2017.


"Kita sudah prediksikan bahwa meskipun kita berikan lagi perpanjangan, tetap saja tidak akan terjadi. Daripada kerugian semakin besar, kan lebih baik kalau kita putus saja kontraknya," ujarnya via telepon, Selasa (23/2/2016).

Ia melanjutkan, terlalu banyak masalah yang terjadi. "Daripada kita berharap padahal kita sudah tahu kejelasannya tidak akan beres juga, mending kita putus kontraknya," tambahnya.

Pemutusan kontrak tersebut terjadi 19 Februari lalu. Sebelumnya proyek yang menggunakan dana APBN 2015 sebesar 14 miliar ini dijadwalkan rampung Desember 2015 lalu.

Kemudian kontraknya diperperpanjang 50 hari atau hingga Januari 2016 namun pengerjaan jembatan belum juga selesai. (*)

Pipahdpe.id ~> Menjual berbagai pipa hdpe
 

Senin, 22 Februari 2016

ESDM Revisi Aturan, Tapi Trader Gas Bermodal Kertas Tetap Dilarang

Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 Tahun 2015 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan serta Harga Gas Bumi (Permen ESDM 37/2015) baru-baru ini direvisi.

pipa hdpe


Meski demikian, revisi tersebut tidak mengutak-atik ketentuan, yang mewajibkan setiap pelaku usaha niaga (trader) gas bumi membangun infrastruktur bila ingin memperoleh alokasi gas bumi.

Permen 37/2015 tetap melarang penjualan gas melalui 'calo' atau trader, jadi tidak boleh lagi penjualan gas dari produsen ke pengguna harus melewati pihak yang berlapis-lapis sebagai trader. Ini yang membuat tata niaga gas di Indonesia tidak efisien, dan harganya mahal.

Setiap trader yang mendapat alokasi gas harus menjual langsung gas bumi kepada pengguna akhir seperti industri, PLN, atau pabrik pupuk. Sehingga mau tak mau, trader harus memiliki infrastruktur seperti pipa distribusi gas, dan sebagainya.

"Kita revisi untuk memberi kesempatan badan usaha swasta yang punya infrastruktur untuk mendapat alokasi gas. Yang nggak punya (infrastruktur) nggak bisa dapat alokasi gas, harus punya infrastruktur," kata Dirjen Migas Kementerian ESDM, Wirarmaja Puja, dalam jumpa pers di Gedung Migas, Jakarta, Senin (22/2/2016).

Revisi Permen 37/2015 hanya mengubah ketentuan prioritas penerima alokasi gas bumi. Permen hasil revisi memberi peluang lebih besar bagi badan usaha milik swasta untuk memperoleh alokasi gas. Tetapi, penerima alokasi gas harus punya infrastruktur gas bumi yang mumpuni.

"Yang berubah (dari Permen 37/2015) adalah prioritas alokasi gas, tadinya BUMN dan BUMD, itu kita ubah jadi BUMN, BUMD, swasta sepanjang memiliki atau menguasai infrastruktur," pungkas Wirat.

Sebagai informasi, saat ini Indonesia masih kekurangan infrastruktur gas bumi, sehingga gas bumi yang merupakan sumber energi murah dan ramah lingkungan masih terbatas pemanfaatannya.

Indonesia setidaknya membutuhkan infrastruktur pipa gas sepanjang 15.000 km, namun saat ini baru sekitar 6.000 km yang sudah terbangun.

Ada sekitar 60 perusahaan trader gas di Indonesia, tapi hampir semuanya tak punya infrastruktur, hanya bertindak sebagai calo saja tanpa modal, alias bermodal kertas saja. Trader ini membuat rantai pasokan gas menjadi panjang, harga gas di Indonesia menjadi tidak efisien.

Karena itu, Kementerian ESDM kini mewajibkan semua trader gas untuk membangun infrastruktur agar manfaat gas bumi bisa lebih dirasakan banyak orang, harga gas juga menjadi lebih murah. Dengan gas yang lebih murah, industri bisa lebih berdaya saing, harga listrik juga bisa lebih murah.
(wdl/wdl)
Pipahdpe.id ~> Menjual berbagai pipa hdpe

Minggu, 21 Februari 2016

Orang Kerap Buang Sampah Bra dan Celana Dalam di Tempat Ini

Karawang - Puluhan orang aktivis lingkungan memunguti pakaian dalam yang berserakan di mata air Pancuran Mas, Kampung Sinapeul, Desa Wargasetra, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. 


Yuda Febrian Silitonga, koordinator aksi mengatakan ratusan celana dalam baik pria maupun wanita telah berserakan di mata air tersebut. Atam, 45 tahun, seorang tokoh pemuda di Desa Wargasetra mengatakan, mata air Pancuran Mas dianggap keramat oleh warga sekitar. pipa telkom

Orang yang mandi dan melempar uang koin ke mata air tersebut percaya keinginannya bisa terkabul. "Ritual buang pakaian dalam usai mandi, dianggap bisa buang sial," ujar Atam, saat ditemui Tempo di Kampung Sinapeul, Minggu 21 Februari 2016. Ritual tersebut biasa dilakukan sepanjang tahun. Atam mengatakan ritual buang sial paling marak dilakukan saat bulan Mulud. Tidak sedikit tamu yang datang dari luar daerah, seperti dari Lampung, Surabaya, Jawa Tengah, Banten, bahkan dari Jakarta. "Setiap malan di bulan Mulud, tamu tiada henti berdatangan, satu malam bisa sampai empat mobil. Pedagang yang buka warung sampai menyetok cerutu buat sesajen," tutur Atam. Banyaknya tamu yang membuang pakaian tersebut menimbulkan masalah.

Celana dalam maupun bra berserakan dan berceceran di sekitar mata air tersebut. Atam mengatakan, seusai bulan Mulud ia bisa mendapat empat karung pakaian dalam pria maupun wanita. "Saya punguti, daripada berserakan tidak enak dipandang mata, pipa telkom tangerang saya gunakan untuk membuat orang-orangan sawah. Lumayan, untuk menakut-nakuti burung pipit. Sering juga saya gunakan untuk menyumbat pipa paralon yang bocor," beber Atam. 

Pada Sabtu, 20 Februari 2016, puluhan anggota Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (Forkadas C+) berhasil mengumpulkan dua karung pakaian dalam. "Jelang hari peduli sampah nasional, kami melakukan aksi pembersihan mata air di Pegunungan Sanggabuana. Sekalian mengukuhkan Kampung Sinapeul sebagai Kampung Air," ujar Yuda saat ditemui di tempat yang sama. Kampung Sinapeul terletak di kaki Gunung Sanggabuana. 

Terdapat tiga mata air di kampung tersebut. Selain mata air Pancoran Mas, ada juga mata air Cisamsuri dan Tayakan Talaga. "Ketiga mata air tersebut dalam keadaan tidak terawat, sehingga perlu dipercantik. Bersama warga sekitar, kami memasang papan nama dan membersihkan mata air dari sampah-sampah," ucap Yuda. Di Pegunungan Sanggabuana, terdapat ratusan mata air. Yuda mengatakan, puluhan mata air di Sanggabuana telah hilang. "Saat ini Forkadas sedang melakukan pendataan dan penyelamatan mata air di Pegunungan Sanggabuana, Karawang Selatan," kata Yuda. 
HISYAM LUTHFIANA

Kamis, 18 Februari 2016

Pengadaan Pipanisasi PDAM Sidoarjo Diduga Bermasalah, Kejari bakal Usut, Ini Bukti Permulaannya

SIDOARJO - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo mencurigai adanya kejanggalan pada proyek pipanisasi Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo (DTS) Agustus 2015. Kejanggalan dimaksud adalah pengadaan pipa bagi 10.000 sambungan rumah (SR) yang diduga terdapat penyimpangan saat proses pengadaannya.

pipa telkom
Kepala Kejari Sidoarjo, Sunarto, mengatakan sudah melakukan penyelidikan (lid) selama sebulan lebih terkait kasus ini. "Dari hasil lid, per hari ini (Kamis), kami tingkatkan menjadi penyidikan," kata Sunarto kepada awak media saat ditemui di Kantor Kejari Jalan Sultan Agung, Kamis (18/2/2016).

Sunarto menuturkan diduga ada tiga penyelewengan terhadap proyek tersebut, yaitu dugaan mark up, kolusi, dan pengadaan yang tidak sesuai spek. Diungkapkan, pipa telkom pada proses pelelangan ditengarai ada 'permainan' yang akhirnya dimenangkan salah satu CV, yaitu CV LJ.

Meski enggan membeberkan 'permainan' yang dimaksud, Sunarto menegaskan pihaknya meningkatkan status sampai ke penyidikan ini memiliki dasar yang kuat. "Kami pun sudah periksa belasan saksi terkait kasus ini," sambungnya.

Sunarto merunut kronologinya, kasus ini berawal pada Juli ketika PDAM Sidoarjo akan membuat 10.000 SR. Pada bulan itu, pihak DTS mulai mengajukan lelang dengan anggaran Rp 9.197.907.000.
Ada empat perusahaan, namun satu perusahaan dicoret. Dari tiga yang tersisa, diputuskan CV LJ yang memenangkan lelang dengan penawaran sekitar Rp 8,9 miliar.

"Bukti permulaan yang kami temukan ada dugaan penyelewengan pada proses itu. Namun, belum bisa kami beberkan karena alasan penyidikan," ujarnya. Tak hanya membidik pengadaan pipa, Sunarto juga mencurigai adanya penyelewengan terhadap tender pemasangan pipa SR tersebut.

"Jadi ada yang pengadaan. Kemudian ketika pipa-pipa itu sudah dibeli, ada dugaan pemenang tender pemasangan juga bermasalah prosesnya. Bahkan, kami juga mencatat ada pengadaan pipa lagi setelah proses pemasangan. Jadi ada tiga dugaan penyelewengan, pipa telkom tangerang tapi kami selesaikan satu persatu," ungkapnya.

Ketua Penyidik Kejari Sidoarjo, Wido Utomo, menambahkan pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang memiliki kaitan erat terhadap proses pelelangan tersebut. Namun, Wido enggan menyebut nama-nama pihak yang diduga terlibat, pun jumlah pihak yang akan dipanggil nanti.

"Dilihat nanti saja saat pemanggilan saksi. Rencananya, Senin (22/2/2016) akan kami panggil," imbuh Wido. Direktur Utama PDAM DTS, Sugeng Mujiadi, menyatakan akan mempelajari lebih lanjut terkait upaya Kejari mengusut proses proyek pipanisasi ini. Kepada Surya.co.id Sugeng mengatakan belum mengetahui detail proyek tersebut.

"Saya belum bisa berkomentar apa-apa dulu. Namun yang jelas, akan saya pelajari lebih lanjut kasusnya," tandas Sugeng.


Rabu, 17 Februari 2016

Instalasi PDAM Limau Kunci Rusak, Pendistribusian Air Bersih Macet

Tingginya volume tekanan air pada musim hujan saat ini menyebabkan sejumlah jaringan pipa PDAM Limau Kunci Liwa mengalami kerusakan.


Akibatnya, pendistribusian air bersih kepada para pelanggan terpaksa digilir bahkan sebagian terhenti sementara hingga menunggu selesainya perbaikan.

"Instalasi waste out (WO) atau bagian pipa penguras PDAM Liwa tepatnya di Pekon Hanakau sejak dua hari ini pecah karena tekanan air sangat kencang," pipa telkom kata Direktur PDAM Limau Kunci Liwa Pistorik, Rabu (17/2/2016).

Selain ada kerusakan pada instalasi WO itu, pekan lalu juga ada kerusakan pada pipa transmisi di Pekon Bahway yang juga akibat tekanan air terlalu tinggi. Kerusakan pipa transmisi di Pekon Bahway tersebut telah diperbaiki mulai Jumat pekan lalu. Namun setelah selesai perbaikan pipa transmisi itu, kerusakan kembali terjadi pada pipa bagian penguras di Pekon Hanakau.

Karena itu lanjutnya, pihaknya membutuhkan waktu beberapa hari untuk melakukan perbaikan. Selama perbaikan maka pihaknya terpaksa melakukan pendistribusian air bersih secara bergilir. Bahkan pada daerah-daerah tertentu ada yang pendistribusianya tidak dapat dilakukan karena pendistribusian tidak bisa dilakukan secara menyeluruh selama perbaikan dilakukan.

"Mudah-mudahan jika tidak ada hambatan perbaikan hari ini selesai sehingga pendistribusian kembali normal," kata dia.

Dengan adanya kerusakan tersebut, pihaknya meminta kepada masyarakat pelanggan untuk bersabar menunggu pendistribusian normal kembali. Pihaknya selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Akan tetapi gangguan itu terkadang datang tanpa pipa telkom tangerang diduga terlebih saat ini curah hujan tinggi yang sering menyebabkan kerusakan pada jaringan akibat tekanan air sangat tinggi.

Selasa, 16 Februari 2016

Aduh, Banyak SPBU Nakal di Medan

MedanBisni - Jakarta. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerima banyak pengaduan dari masyarakat soal ketidaksesuaian BBM yang seharusnya diterima. Misalkan di tera meter milik SPBU, ternyata BBM yang dikeluarkan dari tangki sudah 10 liter, nyatanya yang diterima konsumen kurang dari itu.Sepanjang 2015 Kemendag tercatat menerima sekitar 100 pengaduan terkait tera meter BBM yang tidak sesuai. Dari 100 SPBU yang diadukan, sebagian besar berada di Sumatera, paling banyak di Medan dan Riau. Direktur Metrologi Kementerian Perdagangan (Kemendag) Hari Prawoko mengakui memang banyak SPBU nakal yang mengurangi bensin yang harusnya diterima konsumen.

pipa telkom
Berbagai cara digunakan oleh SPBU nakal untuk mengakali konsumen, pipa telkom misalnya dengan melubangi sedikit pipa dari tangki BBM, sehingga BBM yang keluar dari nozzle berkurang, tidak sebanyak yang terpampang di tera meter.

"Macam-macam caranya, ada yang pipa di bawahnya dilubangi, jadi sebagian yang dihisap udara," kata Hari usai penandatanganan Nota Kesepahaman di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (16/2).

Modus lainnya adalah dengan memanipulasi tera meter. Tera meter dibuat bergerak lebih cepat dari yang seharusnya sehingga ukurannya tidak pas lagi. "Sekarang kan pakai elektronik semua, ada yang elektroniknya pakai remote control, jadi lebih cepat," tuturnya.

Hari Purwoko mengatakan, ketidaktepatan pengukuran tera meter ternyata tidak ditemukan di SPBU-SPBU milik perusahaan asing. SPBU asing memiliki takaran bensin yang akurat, konsumen pun mendapatkan BBM sesuai dengan permintaan. "Kesimpulan kami, pengukuran di SPBU asing lebih bagus, kami apresiasi mereka bisa menjaga ukurannya," katanya.

Dia menambahkan, pengawasan terhadap akurasi tera meter di SPBU asing tidak berbeda dengan SPBU milik perusahaan dalam negeri. "Pengawasannya sama baik SPBU asing maupun lokal," ucapnya.

Sebagai informasi, menyikapi banyaknya pengaduan dari masyarakat terkait tidak sesuainya kuantitas bensin yang diterima, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menggandeng Kemendag untuk mengawasi tera meter BBM di SPBU.

Kerja sama antara BPH Migas dan Kemendag ini tertuang dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang ditandatangani oleh Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng dan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag Widodo."Semoga setelah penandatanganan MoU, ini jadi pedoman teknis pengawasan di lapangan nanti. Saya apresiasi dukungan BPH Migas di bidang pengawasan metrologi di bidang migas. Ini untuk melindungi kepentingan umum," kata Widodo.

Dia mengatakan, jumlah BBM yang dicuri dari konsumen bisa mencapai 7%. "Ambang batasnya itu kan 0,5%, itu terlampaui (di sejumlah SPBU di Pantura). Itu bisa sampai 5-7%," dia mengungkapkan.

Pihaknya berjanji akan segera melakukan pengawasan bersama BPH Migas agar masyarakat tidak dirugikan oleh oknum-oknum pemilik maupun pegawai SPBU yang nakal. Widodo berjanji akan menghukum pelaku pencurian BBM dari konsumen ini."Kita akan lakukan pengawasan berkala dan pengawasan khusus. Begitu ditemukan ada dugaan pelanggaran saat pengawasan berkala, langsung kita lakukan pengawasan khusus. Pipa Telkom Di tangerang selatan Kalau pada saat pengawasan khusus masih melakukan pelanggaran maka kita lakukan penegakan hukum," tukasnya.

Dia menambahkan SPBU yang terbukti curang, pertama-tama akan diberi sanksi administratif dulu berupa pembinaan. Bila masih melanggar juga setelah diberi pembinaan, maka para pelakunya akan dijatuhi pidana.

"Sanksinya bisa administratif, bisa pidana," paparnya.

Sebelum diberi sanksi pidana, SPBU akan diberi surat peringatan. Bila hingga peringatan ke-3 masih melakukan pelanggaran, sanksi pidana menanti. Selain itu, SPBU juga akan dicabut izinnya sehingga harus tutup.

"Ada surat teguran, surat peringatan, ditera ulang lagi, jadi prosedur itu kita lakukan. Maksimal 3 kali peringatan. Metrologi di Jakarta sempat menutup beberapa SPBU karena pelanggarannya cukup besar," tutur Widodo. (dtf)

Senin, 15 Februari 2016

'Kambing Sudah Seperti Kawan'

Kehidupan Isma Wanti bersama dua orang anaknya yang tinggal bersama belasan ekor kambing di Jalan Pipa Utama, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, sungguh memprihatinkan.
Isma yang merupakan seorang janda mengaku, menjaga kambing milik Ponirin lantaran tidak ada lagi uang yang bisa ia gunakan untuk mengontrak rumah. pipa telkom
"Pak Ponirin yang sangat membantu kehidupan saya. Tidak hanya menjaga kambingnya, saya juga dikasih tempat tinggal di situ," ujarnya saat ditemui Analisadaily.com, Senin (15/2).
Baca Juga :
pipa telkom
"Tinggal di sini gratis, nggak ada bayar. Lampu dikasih dari tetangga. Kadang juga ada tetangga yang ngasih nasi sama saya."
Sementara Fifi yang merupakan tetangga Isma mengatakan, kadang kala ia memberi makanan karena kasihan melihat kehidupan Isma dan kedua anaknya.
"Kalau ada rezeki saya bagi sama Isma, kalau nggak ya paling kasih makan untuk anaknya saja," ucap Fifi.


Fifi juga menambahkan, Isma setiap harinya bekerja memberi makan kambing-kambing milik Ponirin dan membersihkan kandang kambing tersebut.
"Tidak hanya dia yang memberi makan kambing, kadang anak-anaknya juga mengasih makan kambing milik Pak Ponirin," ucapnya.
pipa telkom Aditia Suryanto sudah menganggap kambing-kambing itu layaknya kawan
Sedangkan salah seorang anak Isma, Aditia Suryanto (10) mengaku, sudah terbiasa tinggal bersama belasan kambing yang ia anggap seperti teman sendiri.
"Kambing ini sudah kayak kawan bang, setiap hari main sama kambing," ucapnya sembari memberi makan kambing.
(jw/eal)